Tanya Jawab 91

Mei 25, 2009 at 8:36 am Tinggalkan komentar

Dari: Hans

Pertanyaan:

Saya ingin mengetahui tentang Dewa Se San Tai Po (Cap Sha Tai Po) anak dari Kuang Ce Cung. Mohon dapat dikasih infonya.

Terima Kasih

Jawaban:

Cerita tentang Guang Ze Zun Wang akan saya sampaikan berikut ini.

Menurut legenda tersebut, beliau tidak pernah punya anak, apalagi sampai tiga belas orang, namun mungkin saja ada cerita legenda lain tentang beliau, mohon maaf saya tidak bisa mengomentari tentang Shi San Thay Bao tersebut, berikut cerita legendanya :

Guang Ze Zun Wang Juga mempunyai gelar lain yaitu Bao An Zun Wang, namun secara umum sering disebut dengan nama Guo Shen Wang, nama aslinya adalah Guo Hong Fu.  Dia berasal dari marga Guo, dari kota QuanZhou, kabupaten Nan An, di propinsi Fujian. Beliau hidup di zaman Dinasti Song. 

Menurut legenda yang banyak beredar, ia hidup bersama ibunya yang sudah tua. Berkat bimbingan sang ibu ini, Hong Fu menjadi seorang anak yang rajin bekerja dan berbudi luhur.  Di masa kecilnya bekerja sebagai gembala pada seorang tuan tanah yang sangat kikir.  Pagi-pagi ia sudah bangun, dengan riang gembira pergi mengembala ternak yang dipercayakan kepadanya.  

Pada suatu hari sang hartawan mengundang seorang ahli FengShui untuk
memperbaiki kuburan leluhurnya.  Selama tinggal di rumah hartawan ia
berkenalan dengan Guo Hong Fu, dan ia tertarik dengan pribadi anak gembala itu.

Mereka menjadi sahabat baik meskipun usia mereka berbeda jauh.  Karena
kekikiran sang hartawan, sering kali ahli FengShui ini hanya diberi makanan
nasi dan lauk sedikit dan seadanya.  Hong Fu sangat iba pada orang tua ini,
sehingga rela menyisihkan nasinya untuk sahabatnya itu.  Sang ahli FengShui
pun sangat berterima kasih atas kebaikan Hong Fu.  Untuk membalas budi anak ini, ia memberikan petunjuk agar memindahkan makam ayahnya ke suatu tempat yang menurut perhitungan FengShui bagus, agar kelak hidupnya bahagia. 

Ia mengikuti petunjuk sang ahli FengShui atas persetujuan ibunya.
Guo Hong Fu menggali kuburan ayahnya, mencuci tulangnya sampai bersih,
membungkusnya dengan kain, dimasukkan ke dalam periuk tanah liat untuk dikubur lagi disuatu tempat. 

“Mulai sekarang, engkau harus menggembalakan ternakmu di sekitar tempat ini, sampai ada seorang lelaki bertudung besi menuntun kerbau dengan seorang anak lelaki yang berjalan di bawah perut kerbau lewat d isitu.  Tempat di mana kamu melihat mereka , itulah arah letak Feng Shui yang terbaik dan kuburlah tulang ayahmu disitu”, pesan sang ahli Feng Shui. 

Begitulah, dengan sabar Hong Fu menunggu sambil menggembalakan dengan membawa periuk tanah liat berisikan tulang beluang ayahnya yang tak pernah lepas dari gendongannya.

Suatu siang yang cerah mendadak berubah menjadi gelap dengan petir
menyambar-nyambar, kemudian diikuti dengan turunnya hujan yang lebat. 

Hong Fu tak sempat menggiring pulang ternaknya, sehingga terpaksa berteduh di bawah pohon besar.  Saat beliau berteduh, dari arah tikungan muncul seorang seorang lelaki menuntun kerbau dengan terburu-buru.  Ia menggunakan wajan besi untuk melindungi kepalanya dari hujan dan anaknya yang masih kecil berlindung di bawah perut kerbaunya.  Melihat itu Hong Fu tertegun.  Beliau segera sadar akan pesan sang ahli Feng Shui.  Tanpa memperdulikan hujan yang masih mengguyur, ia segera menggali di tempat di mana pertama kali ia melihat mereka dan menanamkan periuk berisi tulang ayahnya di situ. 

Dan aneh, begitu periuk dimasukkan ke dalamnya, lubang itu segera menutup sendiri.  Dengan riang hati, Hong Fu menggiring ternaknya pulang.  
Waktu terus berlalu, pada suatu hari desa di mana HongFu tinggal diserbu
kawanan perampok yang ganas.  Sasaran utama kawanan berandal itu adalah tempat hartawan kikir di mana Hong Fu berja.  Mereka merampok harta benda dan kemudian membakar rumahnya.  Karena kekhawatiran akan kobaran api yang mulai menjalar ketempat tinggalnya, Guo Hong Fu meloncat keluar dari jendela.

Anehnya, begitu melihat dia kawanan rampok segera lari kalang kabut, api
besar yang dilewati Hong Fu pun lalu mengecil dan padam seperti diguyur oleh air.  Hong Fu tidak menyadari hal itu, warga kampung yang menyaksikan kejadian ajaib itu terbengong keheranan.  Sejak kejadian itu, semua orang menaruh hormat kepadanya, terlebih sang hartawan kikir.  Hong Fu tidak diperkenankan lagi menggembala lagi, tapi diberi tunjangan hidup agar dapat hidup lebih layak bersama ibunya.

Pada suatu hari, setelah dewasa, Hong Fu mendapat bisikan suci bahwa ia akan menerima anugerah Tian untuk menjadi orang suci.  Ia menceritakan hal itu pada ibunya.  Ia lalu mandi, keramas dan bersemedi dalam kamar sepanjang hari.  Menjelang senja, sang ibu yang melihat putranya sejak pagi tidak keluar dari kamar, lalu mendorong pintu kamar, tempat putranya bersemedi.  Alangkah terkejutnya sang ibu, ketika ia melihat tubuh Hong Fu bersama kursinya terapung di udara dalam keadaan semedi. 

Tanpa pikir panjang, sang ibu segera menarik kaki putranya ke bawah.  Tapi terasa kaki putranya telah dingin dan kaku, lalu baru menyadari ternyata putranya telah tiada.  

 

Salam Hangat TAO

Iklan

Entry filed under: Tanya Jawab. Tags: .

Tanya Jawab 90

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalendar

Mei 2009
S S R K J S M
« Des    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Komentar Terbaru

sunar di Kata-kata bijak 4
HERI D. PUTRA di Kata-kata bijak 4
HERI D. PUTRA di Kata-kata bijak 4
herman nuriady di Legenda 8 dewa
anugrah di Kata-kata bijak 4
Chang di BAO SHENG DA DI
aseng klenteng di Tanya Jawab 61
Ozzy Hirata di Kata-kata bijak 3
haerul di BAO SHENG DA DI
khoirul Anam di Kata-kata bijak 4

RSS SiuTao Community

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Gambar







Stats

  • 97,169 hits

%d blogger menyukai ini: