Tanya Jawab 70

Februari 1, 2008 at 10:42 am Tinggalkan komentar

Dari : Agung

Pertanyaan :
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah bertanya dengan seorang sesiung mengenai keadaan saya sendiri, yaitu perasaan yang timbul dalam diri saya ketika mencoba membiasakan diri untuk merokok. Saat sesiung tersebut ingin menawarkan sebatang rokok, saya menceritakan pengalaman dimana disaat saya sedang menikmati sebatang
rokok dimasa lalu, dimana secara tiba-tiba ada sesuatu yang timbul yang mencekam hati, yang membuat perasaan tidak tenang, sehingga akhirnya saya padamkan rokok itu dan membuangnya. Namun komentar yang saya dapat adalah, bahwa kita yang sedang siutao ini, tidak boleh sedikit-sedikit mengeluh akan perasaan yang timbul dari dalam hati, dan harus menyadari bahwa kita mempunyai cen yen
penangkal ataupun cen yen lainnya yang bisa digunakan, dan harus mempunyai kemantapan hati agar tidak terombang-ambing dengan perasaan hati yang timbul, bahwa segala sesuatunya bisa dicapai dengan kemauan yang keras, dan harus bisa mengetahui bahwa sebatang rokok adalah hanya sebatang rokok, hanya kepulan asap belaka, tidak lebih dan tidak kurang, dan tidak ada pengaruhnya dengan siutao ini. Pertanyaan saya, apakah memang ada tipe orang yang sensitif, sehingga
gampang terkena pengaruh-pengaruh perasaan hati yang timbul, ataukah sebaliknya, memang ada banyak orang yang tidak memperhatikan suara hati yang timbul, sehingga terbiasa dengan merokok?? trims

Jawaban :

Pengalaman pribadi setiap orang tidak sama, kalau cerita pengalaman anda itu didapatkan setelah anda Siutao, maka itu menandakan memang Dewa Pembimbing anda sedang memberikan ‘sesuatu’ kepada anda, supaya anda tidak merokok, dan kita semua juga mengetahui, bahwa merokok hanyalah merusak tubuh kita, tidak ada manfaatnya. Andai saja anda tidak mau menggubris ‘pertanda’ yang anda terima itu, mungkin bisa saja, dan anda akan tetap merokok seperti lainnya. Hanya saja anda bisa bayangkan, bagaimana akibat yang akan anda terima karena kebiasaan anda merokok itu. Masalahnya bukan pada ‘kepekaan’ yang anda maksud itu, tapi pada daya nalar ( ” WU “)  kita terhadap semua proses kehidupan kita ini.

Iklan

Entry filed under: Tanya Jawab.

Tanya Jawab 69 Tanya Jawab 71

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalendar

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Apr »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Komentar Terbaru

sunar di Kata-kata bijak 4
HERI D. PUTRA di Kata-kata bijak 4
HERI D. PUTRA di Kata-kata bijak 4
herman nuriady di Legenda 8 dewa
anugrah di Kata-kata bijak 4
Chang di BAO SHENG DA DI
aseng klenteng di Tanya Jawab 61
Ozzy Hirata di Kata-kata bijak 3
haerul di BAO SHENG DA DI
khoirul Anam di Kata-kata bijak 4

RSS SiuTao Community

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Gambar







Stats

  • 98,363 hits

%d blogger menyukai ini: