Tanya Jawab 68

Januari 26, 2008 at 10:07 am 9 komentar

Dari : Agung

Pertanyaan :
Saya pernah mendengar seorang teman, ketika ditanya mengenai soal neraka seperti
yang sering diumumkan oleh orang K, memberikan komentar balik bahwa kita
sebagai manusia harus menggunakan otak waktu menganalisa sesuatu dan jangan
cepat untuk berpikir tahyul, terutama mengenai penyiksaan di neraka, karena
yensen seseorang itu kekal sifatnya dan tidak bisa merasakan rasa sakit walau
mau disiksa seperti apapun juga, tidak seperti tubuh jasmani kita sekarang ini.
Apakah pandangan mengenai hal ini?? Ada juga pendapat yang menyimpulkan bahwa karma buruk yang kita perbuat selama kita hidup, apabila sudah menumpuk dengan cara perbuatan menganiaya, membunuh orang, korupsi, seksual imoralitas dll, maka kita nantinya cuma merasakan akibatnya dan menuai hasilnya dikehidupan yang akan datang. Pertanyaan saya, adakah tempat penyiksaan bagi orang-orang tsb setelah mereka meninggal??
Bukankah yensen/ sukma seseorang tidak bisa disiksa dengan api atau rasa
kesakitan lagi?? Seseorang yang siutao belum tentu mencapai hasil menjadi dewa. Lantas, ketika orang tsb meninggal, antara yang sudah huang ie dan yang belum, apakah mereka berada ditempat yang berbeda?? Seseorang yang sudah di taoying, dan sudah dibimbing Fufaksen, apakah menjamin bahwa orang tersebut pasti tidak akan masuk ke neraka?? trims, itulah pertanyaan yang selalu timbul dihati saya.

Jawaban :

Cerita tentang surga dan neraka, sebenarnya tidak ada yang tahu sebenarnya bagaimana, itu hanyalah suatu ajaran Agama yang butuh keyakinan untuk mencernanya, disini kami tidak membahas tentang ajaran agama lainnya.            Ajaran dalam Agama Tao memang tidak menyebutkan tentang penyiksaan di neraka seperti itu.   Tentu saja seseorang yang makin tinggi taraf Siutao nya, kedudukan Yen Sen nya juga makin tinggi.

Iklan

Entry filed under: Tanya Jawab.

Tanya Jawab 67 Tanya Jawab 69

9 Komentar Add your own

  • 1. Andrea  |  Januari 27, 2008 pukul 10:17 pm

    Senang dengan adanya situs ini. Sukses dan maju selalu ya. 🙂 Jiayuuu… 🙂

    Balas
  • 2. Agung  |  Januari 28, 2008 pukul 1:37 am

    Maksudnya begini, pada umumnya semua yang siutao cenderung berbuat kesalahan/penyimpangan, baik dari pikiran, kelakuan atau tutur kata, dan kebanyakan dari kita tidak mengetahuinya, dan jika orang tersebut keburu meninggal sebelum memperbaikinya, apakah efeknya nantinya dengan yensennya ??
    Contoh jelasnya, tiap lelaki mempunyai kecenderungan untuk berbuat kenakalan pergi ke klub malam, lalu mengumbar hawa nafsunya dan melakukan hubungan sex disana. Adakah efek buruk untuk yensennya nanti?? ( secara logis hal ini berefek buruk bagi dirinya, istrinya, keluarganya, namun yang ingin saya tahu adakah efek buruk bagi yensennya disaat orang tersebut meninggal.) trims

    Balas
  • 3. TAO-TSM  |  Januari 29, 2008 pukul 7:22 pm

    Salam Tao,
    Terima kasih Andrea, atas dukungan dan suport anda. Semoga selalu sukses disegala bidang.

    Rekan Agung, seseorang yang selalu melakukan kesalahan/kejahatan dan tidak mau merubahnya, berarti belum menjalankan Siutao dengan benar ( belum Siutao ).
    Tentu saja tingkatan Roh nya masih level rendah.
    Berbeda dengan orang yang Siutao dengan benar, dan mencapai level Siutao tinggi, roh nya disebut Yensen.
    Tingkah laku dan karakter yang tidak benar, jelas2 akan mengakibatkan efek buruk pada kehidupan yang sekarang, terhadap level roh nya, tentu sama saja.

    Salam
    Mod

    Balas
  • 4. Agung  |  Februari 9, 2008 pukul 10:14 pm

    Dapatkah diklarifikasikan atas penjelasan anda diatas yang mengatakan bahwa didalam ajaran agama Tao tidak ada tempat penyiksaan yang dikenal masyarakat umum sebagai neraka, namun dalam konteks pengertian yang artinya identikal, anda mengatakan bahwa orang yang selalu menyimpang dari Hukum TAO dengan melakukan kejahatan, berarti orang tsb belum siutao, dan tingkatan rohnya masih rendah. Lantas pertanyaan saya, a) dengan kelakuan yang masih terus menyimpang dari Hukum TAO, akan kemanakah roh org tsb nantinya kalau meninggal, sebab anda berpendapat bahwa tidak ada tempat penghukuman spt yg dimaksud dgn neraka ? b) Lantas apakah yang dimaksud dengan Yang Yensen dan Yin Yensen ? ( Saya ingat ada sesiung yg menjelaskan bahwa, seperti dibumi ini ada yg disebut kutub utara dan kutub selatan, masing-masing beroposisi dalam posisi letaknya, demikian juga di dimensi alam spiritual ada dua tempat yang absolut, suatu tempat absolut didalam perut bumi yang berbentuk menyerupai tubuh manusia yang sedang berbaring dipunggungnya, yang terus-menerus memperluas keberadaannya, dengan suatu kengerian yang tak terbayangkan dengan apa yang sedang terjadi disana, dan suatu tempat absolut lainnya, yang dimana Dewa/i bersemayam, yaitu suatu tempat yang hanya dapat diizinkan untuk mendiaminya bila seseorang telah berhasil dalam proses siutaonya/menjadi dewa, namun diantara kedua tempat yang absolut tsb, terdapat apa yang sering para taoyu dengar dengan arti Medan Magnet, atau “Intermediate-state” sebutannya, atau suatu “Hierarchy”/hirarki). Trims sebelumnya jika ada input untuk menambahkannya.

    Balas
  • 5. TAO-TSM  |  Februari 12, 2008 pukul 10:14 am

    Salam Tao,
    Rekan Agung, saya ingin menambahkan penjelasan agar anda bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas.
    Ajaran Agama Tao tidak menggambarkan adanya ‘penyiksaan’ misalnya dibakar, dipotong, dimasak dll, namun memang ada ‘dunia’ tersendiri bagi roh2 tersebut sesuai dengan level nya.
    Hanya saja, teori2 seperti ini membutuhkan ‘keyakinan’ untuk menerimanya, dan sangat2 terbatas yang mampu ‘membuktikannya’.
    Yang anda ceritakan sebagai penjelasan seseorang ‘sesiung’ anda tersebut, kami tidak bisa memberikan pendapat, menurut kami sebaiknya ditanyakan langsung kepada ybs, supaya jelas maknanya, kami khawatir adanya salah tangkap dan mungkin salah penyampaian.
    Salam
    Mod.

    Balas
  • 6. Agung  |  Februari 13, 2008 pukul 4:08 am

    Setelah mengetahui Yin Yensen, yang tidak dapat dilihat oleh mata jasmani, lantas apa kegunaan Yang Yensen nya, yaitu yang dapat dilihat oleh mata kasat? (Masak Dewa/i cuma mau iseng-iseng menampakan diri kepada manusia saja tanpa arti absolute sesungguhnya akan keberadaan Yang Yensen dialam dimensi spiritualnya?) Yang pastinya kedua bentuk yensen tsb merubah sesuai dengan wujudnya masing-masing pada kondisi-2 yang tertentu, dialam nyata dan dialam spiritual,(Bukankah juga di DSLC Cencing tercatat bahwa, manusia dapat mengetahui kejadian-2 yang ada didunia, sehingga dewa/i tidak usah menunjukan keberadaaan kongkrit diri mereka). Bagaimana pandangannya akan hal ini?

    Balas
  • 7. TAO-TSM  |  Februari 13, 2008 pukul 4:23 am

    Salam Tao,
    Roh manusia, bila sudah meninggal dan orang tersebut tidak Siutao, maka disebut sebagai Ling Huen.
    Apabila orang tersebut sudah Siutao, disebut sebagai Yen Shen.
    Apabila orang tersebut Siutao dan sudah Tek Tao, disebut sebagai Dewa Pemula ( Shen / Xian ).
    Maksud dari kutiban DSLC Cencing yang anda sebutkan itu adalah : bahwa melalui kejadian2 yang dialami manusia, sebenarnya manusia bisa ‘memahami’ keberadaan Dewa/i, sehingga tidak perlu Dewa/i menunjukkan keberadaan kongkrit diri mereka.

    Salam
    Mod

    Balas
  • 8. Agung  |  Februari 13, 2008 pukul 4:30 am

    Anda mengatakan bahwa :
    Ajaran Agama Tao tidak menggambarkan adanya ‘penyiksaan’ misalnya dibakar, dipotong, dimasak dll, namun memang ada ‘dunia’ tersendiri bagi roh2 tersebut sesuai dengan level nya. (Menurut saya, banyak cara lainnya, tdk mesti dipotong, dibakar dll..byk cara lainnya..)

    Apabila ada seseorang yg masih belum lurus dalam proses siutaonya, lantas, dengan menggunakan daya nalar yang tinggi, dapatkah kita lantas melihat dan menyimpulkan betapa keras dan mati-2annya seorang sesiung senior menegur dan memperbaiki pengertian dan tingkah laku orang tersebut, menyadari bahwa lebih baik ditelanjangi dan dibocorkan segala penyimpangan/kesalahannya sekarang ini, daripada sudah terlambat nantinya dialam sana, dengan penyesalan yg percuma ?
    Dalam hal ini, bukankah tetap akan ada penyiksaannya?

    Balas
  • 9. TAO-TSM  |  Februari 13, 2008 pukul 4:37 am

    Salam Tao,
    Mungkin maksud dari Sesiung yang anda sebut itu adalah, lebih baik disadarkan sekarang, dari pada nantinya tidak berhasil Siutao nya, sehingga harus inkarnasi lagi menjadi manusia dan tidak tahu apakah akan bertemu Tao lagi.
    Semua tergantung pada manusianya, tergantung pada kejodohannya.
    Tidak perlu terlalu terpaku dengan hal seperti itu.
    Niat baik dari orang lain, haruslah bisa kita hargai dengan sepantasnya.
    Namun sekali lagi, dalam kenyataannya, dalam praktek selanjutnya, semua tergantung pada manusia itu sendiri.

    Salam
    Mod

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalendar

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Komentar Terbaru

sunar di Kata-kata bijak 4
HERI D. PUTRA di Kata-kata bijak 4
HERI D. PUTRA di Kata-kata bijak 4
herman nuriady di Legenda 8 dewa
anugrah di Kata-kata bijak 4
Chang di BAO SHENG DA DI
aseng klenteng di Tanya Jawab 61
Ozzy Hirata di Kata-kata bijak 3
haerul di BAO SHENG DA DI
khoirul Anam di Kata-kata bijak 4

RSS SiuTao Community

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Gambar







Stats

  • 98,363 hits

%d blogger menyukai ini: