Kekayaan Bathin

Agustus 29, 2006 at 8:11 pm Tinggalkan komentar

Setiap orang mendambakan hidup kaya raya, dan terhindar dari kemiskinan, ini adalah sesuatu yang wajar.
Kekayaan menurut saya ada beberapa macam, yaitu kaya harta, kaya pengetahuan, kaya moral ( bathin ); demikian juga dengan kemiskinan, yaitu miskin harta, miskin pengetahuan, dan miskin moral ( bathin ).

Masalah harta, bisa dicari dengan giat bekerja, hemat, rajin menabung, disamping tentunya tergantung pada takdirnya sendiri.
Namun harta bukanlah sesuatu yang menentukan kebahagiaan seseorang.
Seseorang yang banyak hartanya, belum tentu hidup bahagia.
Bisa saja ia banyak penyakit, bisa saja keluarganya berantakan, bisa saja hidupnya menyendiri ( kesepian ), bisa saja ia mempunyai banyak musuh sehingga selalu ketakutan, bisa saja merasa hidup ini hampa.
Kalau saja keadaannya demikian, apalah gunanya harta yang banyak tersebut ?

Masalah pengetahuan, bisa didapat melalui pendidikan formal maupun non formal, dimana pengetahuan ini akan menunjang seseorang untuk meraih sukses didalam kehidupannya.
Namun tetap saja banyak orang yang mempunyai banyak ilmu pengetahuan tidak sukses dalam hidupnya, selalu merasa kekurangan karena hidup secara materialistis, merasa hampa dan kebingungan dengan tujuan hidupnya sendiri.

Manusia seharusnya mempunyai kekayaan bathin ( moralitas ), sehingga dengan kekayaan bathin itu bisa benar-2 menjalani kehidupan ini dengan “ bahagia “.
Manusia yang kaya bathinnya, tidak akan terpaku pada kekayaan harta, tidak terlalu menitik beratkan pada masalah harta, sehingga meskipun mungkin hartanya biasa-2 saja, tetap saja ia dapat hidup dengan tentram dan bahagia.
Kekayaan bathin menyebabkan seseorang bisa menerima kondisi apa adanya, tidak terlalu memaksakan kehendaknya sendiri, dengan begitu bisa hidup secara damai didalam masyarakat.
Manusia yang moralitasnya tinggi, bisa menggunakan pengetahuannya untuk kepentingan orang banyak, dengan pengetahuannya ia lebih bisa mengabdi bagi kepentingan kemanusiaan.

Agama Tao menitik beratkan pada umatnya untuk meninggikan moralitasnya, berusaha untuk memperoleh pengetahuan sebanyak mungkin, dan hidup dengan jujur, hemat dan giat usaha.
Melalui pemahaman terhadap filsafatnya, melalui peneropongan terhadap kwalitas pribadi para umat Tao, berusaha untuk selalu meningkatkan segala kemampuan yang ada.
Semakin tinggi moral seseorang, semakin tinggi juga taraf Siutao nya.
Dengan demikian, hanya orang-2 yang Siutao dengan sungguh-2 akan memperoleh kekayaan dalam ketiga bidang itu, yaitu kekayaan harta, kekayaan pengetahuan, dan yang utama adalah kekayaan bathin ( moralitas ).

Iklan

Entry filed under: Artikel.

Lembayung Senja Jalan Manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalendar

Agustus 2006
S S R K J S M
    Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Komentar Terbaru

sunar di Kata-kata bijak 4
HERI D. PUTRA di Kata-kata bijak 4
HERI D. PUTRA di Kata-kata bijak 4
herman nuriady di Legenda 8 dewa
anugrah di Kata-kata bijak 4
Chang di BAO SHENG DA DI
aseng klenteng di Tanya Jawab 61
Ozzy Hirata di Kata-kata bijak 3
haerul di BAO SHENG DA DI
khoirul Anam di Kata-kata bijak 4

RSS SiuTao Community

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Gambar







Stats

  • 97,150 hits

%d blogger menyukai ini: