Inti Sari Siu Tao ( 1 )

Agustus 29, 2006 at 8:13 pm Tinggalkan komentar

Belajar Tao ( SIUTAO ), memang bukan merupakan suatu masalah yang mudah, begitu banyak pengertian yang harus diserap, namun lebih penting lagi yaitu begitu banyak pengertian itu yang harus dijalani.
Tanpa melaksanakan pengertian-2 yang baik itu, merupakan suatu yang sia-2.
Sering kali terjadi, setelah sekian lama kita merasakan dan menikmati semerbak harumnya, barulah kita menyadari dan mengerti akan keagungan dan kemuliannya secara lebih mendalam.

Tao dengan kekuatannya yang tak terlihat dan tak terasa telah mengubah sifat manusia, Tao menghendaki umatnya berlatih diri, mengenal diri, dan selalu mawas diri.
Menjadikan umat manusia mau meninggalkan yang kurang baik, serta memupuk budi luhur masing-2.
Proses ini mungkin amat sulit untuk diikuti perkembangannya, bahkan harus melalui hari-2 yang panjang dalam kehidupan ini, serta membutuhkan keyakinan yang tebal serta keuletan yang tinggi. Kalau tidak, pasti akan gagal ditengah jalan.
Untuk menuju sukses masih jauh sekali jarak yang harus kita tempuh.

Jadi secara garis besar Inti Sari SiuTao adalah merevisi diri, menghilangkan kelemahan-2 diri kita, serta memupuk sifat-2 mulia. Objek SiuTao adalah “Diri kita masing-2”, bukan orang lain.

Manusia merupakan mahluk hidup yang “Unik”, mempunyai perbedaan-2 yang begitu kompleks, yang seringkali bahkan diri sendiri pun sulit untuk memahami.
Namun secara umum, ada beberapa sifat-2 yang telah diketahui oleh manusia, sehingga kita masih dapat menyimpulkan sifat mana yang harus dikikis, dan sifat mana yang harus dipupuk, sesuai dengan ajaran Tao, seperti yang dijelaskan diatas.

Beberapa sifat yang harus dikikis dari kehidupan kita :

  1. Kesombongan. Apabila kita mempunyai “kelebihan” dibandingkan orang lain, merupakan suatu hal yang wajar apabila kita merasa bangga, namun antara bangga dan sombong seringkali hanya dibatasi oleh benang tipis. Didalam kitab suci Dai Sang Law Cin mengatakan : Membanggakan diri sering datangkan rugi, merendahkan diri tak hilang apapun sejari, Kalau pandai jangan menonjolkan diri, yang pandai berilmu tinggi biasanya seperti terendah tak kuat berdiri. Membanggakan diri yang berlebihan ( sombong ), hanya akan memuaskan ambisi kita, namun tidak menambah apapun dalam diri kita.
  2. Dendam. Didalam perjalanan hidup manusia, ada pepatah yang mengatakan banyak manusia, menimbulkan banyak masalah. Disini jelaslah bahwa didalam hidup bermasyarakat, akan banyak timbul gesekan-2 dengan orang lain. Bagaimanakah seharusnya kita sebagai seorang umat Tao dalam menghadapi masalah ini ? Setiap masalah yang timbul, seharusnya diselesaikan secara bijaksana, mengikuti peraturan dan kesepakatan didalam masyarakat. Dengan demikian permasalahan diharapkan bisa diselesaikan dengan baik. Apabila didalam hati kita selalu timbul rasa dendam, maka persoalan akan “tidak pernah selesai” , dan selalu menjadi ganjalan didalam hati, maka hati kita pun tidak pernah “tentram dan tenang”. Apalagi bila hal ini dihubungkan dengan kenyataan bahwa orang Tao mempunyai Fak, makin tinggi Tao seseorang, maka makin tinggi pula Fak nya. Kalau masih mempunyai rasa dendam, mana mungkin Tao nya bisa tinggi ?
  3. Egois. Didalam Dai Sang Law Cin Cen Cing mengatakan : Menolong orang lain, haruslah menolong diri sendiri dahulu. Ini bukan berarti mengajarkan kita untuk hanya mementingkan diri sendiri ( Egois ). Sebenarnya berapa banyak yang dapat kita nikmati sendiri ? Makan tiga kali sehari, berganti baju dua kali sehari, tidur tujuh jam sehari, apakah itu tidak cukup bagi kita ? Mengapa kita tidak menyisihkan waktu dan kemampuan serta kelebihan harta kita bagi orang lain ? Bagi keluarga kita, bagi saudara kita, dan bagi masyarakat luas.
  4. Kecemasan yang berlebihan. Suatu hal yang wajar manusia mempunyai rasa cemas, begitu banyak hal yang tidak kita ketahui, cemas terhadap keadaan keluarga kita, kesehatan kita, pekerjaan kita, dan banyak lagi kecemasan-2 lainnya. Namun apakah hanya dengan kecemasan saja semuanya akan berubah ? Didalam Dai Sang Law Cin Cen Cing berkata : Hidup selalu banyak rintangan, Dapat berpikir adalah bawaan manusia, Bebas duniawi berarti sudah habis nyawanya, Mengerti Tao buah pikiran terbuka. Banyak rintangan dalam berusaha, Buanglah kecemasan dan nyanyilah lagu-2 Tao, SiuTao hingga dapat berdialog dengan Dewa-2, Dewa-2 tentu lebih perhatian pada kita. Sedang didalam Fuk Tek Cen Shen Cen Cing mengatakan : Fuk Yu Thien Sang Lai, Tek Yu Shin Cong Jie ( Rejeki diberi oleh Tuhan, Moral Timbulnya dari sanubari ). Disini jelaslah bahwa hanya dengan SiuTao ( menjalankan ajaran Tao ), banyak berbuat kebajikan, mempunyai moral yang tinggi, berusaha dan berpikir untuk mengatasi rintangan hidup, maka secara nyata kehidupan kita selalu akan dilindungi , kalau demikian, mengapa masih selalu merasa cemas ?

Tentu saja masih ada sifat-2 lainnya yang harus dikikis, tapi akan kita bicarakan pada lain kesempatan.
Sekarang kita membicarakan beberapa sifat yang harus dipupuk didalam kehidupan kita :

  1. Welas Asih. Sudah sama-sama kita mengerti dan ketahui bahwa : Dai Sang Cui Yu Jing ( Dai Sang Law Cin sangat Welas Asih ), kita sebagai umatnya tentu harus mengerti hal ini, harusnya kita jadikan teladan didalam hidup kita. Welas asih adalah sifat yang sangat mulia, selalu berbuat demi meringankan penderitaan umat manusia.
  2. Lapang Dada. Didalam Tao Tek Cing ciptaan Law Ce, menyebutkan yang kira-2 artinya demikian : Manusia bijak seperti air danau yang dalam, begitu tenang dan bening, seolah apapun yang dilemparkan kedanau itu, tertelan begitu saja, airnya tetap tenang dan jernih. Justru karena ia bisa menerima apa yang tidak bisa diterima orang lain, menunjukkan ketinggian Tao nya. Ini menunjukkan manusia seharusnya bisa lapang dada, bisa menerima hal-2 yang mungkin menyakitkan ( Kritik, saran, salah paham, dll ), dengan begitu maka Tao nya akan menjadi lebih tinggi.
  3. Kejujuran. Meskipun ajaran Tao mengharuskan kita fleksibel, tapi bukan berarti kita harus mengorbankan kejujuran. Kitab Suci Erl Lang Shen mengatakan : Tao timbul dari arus kejujuran yang agung dan mulia. Dari alamiah, asal alamiah, menuntun umat manusia kejalan yang benar didunia. Mungkin kita bisa membohongi orang lain, namun kita tidak dapat mengingkari hati nurani kita.. Dan itu tidak sesuai dengan ajaran Tao.

Cerita ilustrasi :
Zhang Liang menunjukkan rasa hormat kepada seorang Tua dan mendapatkan sebuah buku pegangan yang luar biasa.

Zhang Liang adalah seorang pintar yang rendaah hati, dan sopan santun, ayahnya adalah seorang Perdana Menteri negeri Han, didaerah yang sekarang disebut Korea.
Ketika Qin menghancurkan Han, ia melarikan diri , dan berencana untuk kembali meneruskan negara Han. Pada suatu hari, setelah belajar, ia beristirahat dan menyusuri sebuah aliran sungai, tibalah ia pada sebuah jembatan yang diatasnya sedang duduk seorang tua, pada saat ia sudah dekat, orang tua itu menjatuhkan sepatunya ke tepi sungai, dan dengan seenaknya ia menyuruh Zhang Liang mengambilkan sepatunya.
Meskipun ia merasa dongkol, namun ia merasa ia harus menghormati orang yang lebih tua, maka ia mengambilkan sepatu itu. Setelah sepatu itu ia serahkan, orang tua itu bahkan menyuruhnya memakaikan sepatu itu, tapi ia tetap dapat mengendalikan emosinya, dan berpikir bahwa ia telah mengambilkan sepatunya, apa salahnya ia memakaikannya ? Kemudian orang tua itu pergi sambil berkata : kamu sangat menghargaiku, kembalilah lima hari lagi, temui saya pagi-2 disini.
Lima hari lagi, Zhang Liang datang ke jembatan itu, tapi orang tua itu sudah duduk disana, lalu ia berkata, kamu terlambat, datanglah lima hari lagi, karena saya telah menunggumu lama sekali.
Lima hari kemudian, Zhang Liang kembali ketempat itu lebih pagi, namun kembali orang tua itu telah duduk disana, lagi-2 orang tua itu berkata : kamu sudah terlambat, datanglah lima hari lagi.
Maka lima hari kemudian, tengah malam Zhang Liang tidak tidur, ia langsung ke jembatan itu, langit masih gelap dan dingin, ia berhasil datang lebih dulu daripada orang tua itu. Orang tua itu kemudian memberinya sebuah buku strategi perang yang telah lama hilang, dan berkata pada Zhang Liang, bahwa ia akan mencapai sukses hidup dengan buku itu. Setelah mempelajari buku itu, suatu hari kemudian Zhang Liang menjadi menteri pendiri dinasti Han, dan sangat terkenal dengan taktik perangnya.

Ilustrasi cerita ini memberikan kepada kita suatu makna :
Bahwa dengan kecerdasan, kerendahan hati, sopan santun, dan lapang dada, Zhang Liang mendapatkan Jalan untuk mencapai cita-citanya.

Cerita kedua :
Cai Yong menerima Wang Can dengan memakai sepatu terbalik.

Cai Yong , penulis dan sarjana yang sangat ternama, menjabat sebagai pejabat tinggi selama pemerintahan kaisar Han Xian pada periode Tiga Kerajaan.
Dia sangat mengagumi Wang Can, seorang muda berbakat yang sering ia dengar namanya disebut orang.
Wang Can adalah seorang yang mempunyai kemampuan berbahasa yang luar biasa, dengan kata-2 nya ia banyak menolong orang lain, misalnya merukunkan keluarga yang terpecah, dll.
Suatu hari Cai Yong mengundang Wang Can untuk suatu resepsi, dan pada saat Wang Can tiba, disana telah banyak tamu, setelah tahu Wang Can tiba, dengan ter-gesa2 Cai Yong menyambutnya dengan memakai sepatunya secara terbalik.
Para tamu yang lain menjadi heran, dan berpikir bahwa tamu yang disambut pasti bukanlah orang sembarangan. Tapi menjadi bingung ketika melihat yang disambut adalah seorang muda dengan penampilan yang sangat sederhana. Bahkan mulai sinis, karena Cai Yong adalah pejabat tinggi, mengapa begitu menaruh hormat pada Wang Can ?
Namun setelah mengetahui bahwa Wang Can memang seorang yang rendah hati dan mempunyai pengetahuan yang luas, mereka tidak lagi menyalahkan Cai Yong yang salah memakai sepatunya, bahkan menghargai betapa Cai Yong memperlakukan tamunya dengan hormat.

Makna cerita :
Seseorang dinilai dari kepribadiannya dan kemampuannya, bukan dari penampilan luarnya.

Kesimpulan yang bisa kita dapatkan adalah bahwa manusia haruslah memiliki beberapa sifat dasar untuk bisa sukses menjalani kehidupannya, dan sifat2 dasar yang baik itu bisa kita pupuk dan perkuat dengan proses Siutao yang teguh dan sungguh-2.
Dan tujuan utama Siutao sebenarnya adalah mencapai kesempurnaan didalam kehidupan sehari-hari, kesempurnaan yang meliputi kondisi mendasar positip yang harus dimiliki oleh manusia.

Iklan

Entry filed under: Artikel.

Jalan Manusia Harta atau Nyawa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalendar

Agustus 2006
S S R K J S M
    Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Komentar Terbaru

sunar di Kata-kata bijak 4
HERI D. PUTRA di Kata-kata bijak 4
HERI D. PUTRA di Kata-kata bijak 4
herman nuriady di Legenda 8 dewa
anugrah di Kata-kata bijak 4
Chang di BAO SHENG DA DI
aseng klenteng di Tanya Jawab 61
Ozzy Hirata di Kata-kata bijak 3
haerul di BAO SHENG DA DI
khoirul Anam di Kata-kata bijak 4

RSS SiuTao Community

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Gambar







Stats

  • 96,567 hits

%d blogger menyukai ini: