Harta atau Nyawa

Agustus 29, 2006 at 8:14 pm Tinggalkan komentar

Sebuah perahu sedang berlayar ditengah sungai yang sangat lebar, perahu tersebut berisi beberapa penumpang dan tentu saja ada seorang yang bertindak sebagai nahkoda kapal tersebut.
Semua penumpang sedang tidur pulas, ketika tiba-2 datang angin kencang yang menerpa kapal itu, gelombang sungai tersebut menjadi bergulung-gulung, kapal terombang ambing mengikuti alunan gelombang air.
Sang nahkoda berusaha mengendalikan kemudi kapal agar kapal tidak tenggelam, semua penumpang panik dan bersiap-siap untuk menghadapi segala kemungkinan.
Beberapa saat kemudian, angin mulai reda, gelombang tidak lagi mengganas, namun kapal sudah mengalami kebocoran disana sini.
Dengan terpaksa sang nahkoda meminta seluruh penumpang untuk terjun ke sungai dan berenang ketepian untuk menyelamatkan diri.
Maka semuanya terjun dan berenang sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri.
Ketika sebagian besar sudah sampai ke tepi sungai, ternyata masih ada seorang yang masih berada ditengah sungai, rupanya orang tersebut keberatan karena membawa sebungkus batangan emas yang cukup berat.
Yang lain mulai berteriak agar membuang bungkusan tersebut, agar nyawanya bisa selamat.
Namun orang tersebut tetap tidak mau terpisahkan dengan hartanya itu, akhirnya mati tenggelam bersama batangan emasnya.

Banyak manusia yang begitu mementingkan materi, sehingga sering mengabaikan segi moralitas, bahkan nyawanya sendiri pun tidak lagi bisa dipertahankan.
Orang Siutao, harus bisa menyelaraskan kehidupannya, harus bisa mengendalikan hartanya, bukannya dikendalikan oleh hartanya.
Orang Siutao, harus bisa menyayangi nyawanya, karena dengan begitu baru bisa memperoleh kesempatan dan waktu yang lebih panjang untuk merevisi diri.
Harta adalah pelengkap didalam kehidupan ini, bukanlah segalanya.
Harus bisa mencari harta dengan jalan yang benar, bisa menikmati secara baik, dan menggunakan hartanya untuk perbuatan yang berguna bagi nilai-2 kemanusiaan.
Kalau sampai hanya mati-2 an mencari harta, apa gunanya ?
Terbelenggu oleh keserakahan harta, mata bathinnya akan tertutup oleh keserakahan itu.

Hanya dengan pemahaman yang benar terhadap makna hidup, hanya dengan bathin yang penuh dengan nilai-2 kebenaran ( Tao ), manusia bisa hidup dengan tidak terbelenggu keserakahan harta benda.
Hanya dengan begitu, manusia bisa hidup lebih berarti, dan menemukan kebahagiaan abadi.

Iklan

Entry filed under: Artikel.

Inti Sari Siu Tao ( 1 ) Tanya Jawab Tao 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalendar

Agustus 2006
S S R K J S M
    Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Komentar Terbaru

sunar di Kata-kata bijak 4
HERI D. PUTRA di Kata-kata bijak 4
HERI D. PUTRA di Kata-kata bijak 4
herman nuriady di Legenda 8 dewa
anugrah di Kata-kata bijak 4
Chang di BAO SHENG DA DI
aseng klenteng di Tanya Jawab 61
Ozzy Hirata di Kata-kata bijak 3
haerul di BAO SHENG DA DI
khoirul Anam di Kata-kata bijak 4

RSS SiuTao Community

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Gambar







Stats

  • 96,567 hits

%d blogger menyukai ini: